Saturday, February 15, 2025

Maman Suryaman, Transformasi dari Pemalu ke Inspirator Training Dunia Kesehatan dan Kecantikan

Ketika kita menyampaikan afirmasi dan mimpi-mimpi ke teman atau saudara di sekitar kita, terkadang hanya menjadi bahan candaan bahkan cemoohan. Saat itulah mental dan keyakinan kita diuji oleh orang-orang terdekat. 

Hidup adalah perjalanan yang penuh tantangan, dan kisah ini adalah bukti nyata bagaimana ketekunan, keberanian, dan afirmasi positif dapat mengubah keterbatasan seseorang menjadi peluang besar. Maman Suryaman telah membuktikan dalam perjalanan hidupnya. 

Saat menjadi mahasiswa, Maman, demikian sapaan akrabnya, harus berpeluh keringat sambil menjadi marketing sebuah asuransi. Semua itu ia lakukan karena tuntutan hidup. Kondisi usaha orangtuanya yang bangkrut dengan segudang utang ditambah sang ayah yang sakit-sakitan membuatnya harus mencari cara bisa mendapatkan uang. 

Usai lulus Gontor tahun 2008, Maman mengabdi mengajar di Pesantren Adlaniyah di Pasaman Barat. Selama mengabdi, ia pernah menjadi utusan sebagai Uda dan Uni, bahkan ia pernah ikut dalam lomba Syarhil Quran se-Sumatera Barat. Meski gagal tidak juara, ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Maman. 

Monday, February 12, 2024

Rajin Sedekah, Kunci Sukses Haryanto Jalankan Bisnis Transportasi Bus

Berasal dari keluarga kurang mampu tak membuat Hariyanto putus asa. Jalan yang ia lalui cukup panjang dan berliku, mulai dari menjadi buruh pabrik rokok, kuli bangunan, tentara sambil jadi sopir angkot, hingga kemudian bisa memetik kesuksesan. 

Bagi penikmat bus antar kota di Jawa, siapa yang tak kenal dengan PO Haryanto. Perusahaan bus ini memang sangat terkenal. Bahkan, bus ini hadir dengan membawa nilai-nilai Islami. Tak heran, jika owner PO Haryanto, H. Haryanto selalu menganjurkan para pegawainya yang beragama Islam untuk selalu shalat lima waktu berjamaah. 

Konon, selalu ada spanduk pengingat di kantornya yang berisi: bila hidupmu susah, tengoklah sudah benarkah shalat jamaahmu. "Kalau nggak mau shalat, saya omelin (marahi-red) karena saya tidak mau mereka berbuat dosa," ujar H. Haryanto seperti dilansir Tribun Jateng. 

Siapa sebenarnya H. Haryanto ini? Berikut tulisan inspiratif yang dirangkum dari berbagai sumber tentang sosok dermawan dari Kudus ini. Nama lengkapnya Kopral Kepala (Purn) Haryanto. Pada tahun 2002, ia me,ndirikan bisnisnya dan memilih pensiun sebagai TNI Angkatan Darat di Batalyon Artileri Pertahanan Udara t/Kostrad, Tangerang, Banten. 

Haryanto bukan keturunan keluarga kaya, malah bisa dibilang berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya bekerja buruh kasar, sedangkan ibunya berjualan daging di pasar. Ia anak keenam dari sembilan bersaudara. Bisa dibayangkan, bagaimana keluarga ini memenuhi kebutuhannya. "Kehidupan saya dulu sangat sulit," kisahnya. 

Pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Teknik, kalau sekarang setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ketika masuk Sekolah Teknik Menengah (STM), ia tak lulus karena tidak ada biaya. Sewaktu kecil, ia membantu keluarga dengan berjualan es, menjual rumput, menjadi pembersih hotel, dan kuli bangunan. 

Saturday, March 18, 2023

Muhammad Eko Budi Tristanto, Bisnis Tukangprofesional.id Merambah ke Mancanegara

Setelah banyak mengalami pahit getirnya berwirausaha, Muhammad Eko Budi Tristanto, MM akhirnya menemukan bisnis yang mampu melibatkan banyak orang untuk berkarya, yaitu mengembangkan bisnis properti di bawah bendera PT. Tukang Profesional Group. 

Kesuksesan biasanya menempuh jalan yang tak biasa. Pebisnis muda putra pasangan Sutrisno dan Sri Budi Wahyuni, warga Desa Banjarsari Wetan, Dagangan, Kabupaten Madiun itu menceritakan kisah suksesnya beserta berbagai tantangan yang dia hadapi selama menggeluti dunia usaha. 

Eko, sapaan akrab M. Eko Budi Tristanto, setelah lulus dari Pondok Modern Gontor tahun 2008, mencari dan mencoba berbagai usaha. "Berbagai usaha sudah saya coba mulai dari usaha elektronik, kuliner, minimarket, kontraktor, tour dan travel, dan lain-lain," kata suami Apriliya Ariyanti ini. 

Setelah mencoba berbagai macam usaha dan gagal, akhirnya pada tahun 2o14 ia mulai fokus menekuni bisnis properti dengan lisensi perusahaannya bernama PT. Tukang Profesional Group, yakni sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang Jasa Konsultan Properti, Jasa Desain Arsitektur, dan Jasa Kontraktor. 

Pada awalnya tentu tidak mudah. Namun, ia tetap fokus dengan bidang usaha yang digelutinya. "Tidak seperti membalikkan telapak tangan untuk fokus menekuni serta menemukan usaha yang tepat sehingga bisa berjalan lancar hingga saat ini," jelas lelaki kelahiran Madiun 27 Agustus 1990 ini. 

Sunday, April 24, 2022

Fulus Deras dari Bisnis Produk Olahan Susu

Produk olahan yang sehat kian digemari. Salah satunya, produk olahan susu, seperti susu segar, yoghurt, dan berbagai camilan lain. Dengan mengolah susu lebih lanjut, pengusaha bisa mendulang keuntungan hingga 50%.

Masyarakat kian memahami arti penting hidup sehat. Ini terlihat dari kegairahan berbagai usaha yang menghasilkan produk-produk olahan yang sangat bermanfaat untuk mendukung gaya hidup sehat atau badan yang sehat.

Produk olahan susu, salah satu contohnya. Prospek nan cerah industri pengolahan susu ini jelas terlihat dengan makin banyaknya perusahaan yang mengajukan pesanan (order) untuk mengolah susu kepada Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI).

Maklum, harga susu olahan, (susu kemasan, yoghurt, dan biskuit), jauh lebih tinggi dari susu segar. “Banyak pemain baru yang tertarik terjun pada industri pengolahan susu,” kata Teguh Boediyana, Ketua Dewan Persusuan Nasional, kepada Fitri Nur Arifenie dari KONTAN, beberapa waktu lalu.

Pasar yang masih menjanjikan juga menjadi modal pemain lama. Neneng Siti Rahmah, pemilik Ramkar Farm di  Sukalarang, Sukabumi, terus mengembangkan usahanya sejak 2006 silam. “Meskipun pemainnya banyak, permintaannya juga terus bertambah besar,” jelas produsen susu yang menyandang merek Hasmilk ini.

Friday, September 10, 2021

Rahmat AlBaghory Peternak Sapi Perah di Ibukota Jakarta

Di tengah pandemi, orang-orang ramai mengonsumsi makanan atau minuman yang kaya akan protein untuk meningkatkan imun tubuh agar terhindar dari virus COVID-19. Salah satu minuman yang diserbu masyarakat adalah susu sapi. 

Di masa pandemi, banyak pengusaha yang gulung tikar, namun banyak juga yang bertahan, kalau tidak bisa dibilang mendulang berkah. Salah satunya yang bertahan dari hantaman pandemi adalah peternak sapi perah susu segar Cibubur Garden Diary (Cibugary) yang ada di kawasan Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Peternakan Raya, Blok C No. 12, Pondok Ranggon. Saat Majalah Gontor tiba di kawasan asri ini, jam masih menunjukkan pukul 06.30 WIB. 

Saat itu, proses pemerahan susu segar dari sapi sedang berlangsung. Bersama pengelola peternak Rahmat Hidayat yang akrab dipanggil Rahmat al-Baghory, kami pun berbincang seputar usaha ternaknya. 

Wednesday, June 16, 2021

Ingin Buka Gerai Minimarket Lagi

Memiliki bisnis dengan sistem waralaba menjadi pilihan banyak kalangan dengan pertimbangan kemudahan yang ditawarkan. Usaha waralaba minimarket ini pula yang dipilih oleh penyanyi lagu-lagu melayu, Ayu Soraya.

Saat ini, eksistensi Ayu Soraya di layar kaca maupun dunia tarik suara memang telah jauh berkurang. Namun, dia mengaku tidak mundur sepenuhnya dari dunia dangdut yang telah membesarkan namanya tersebut.

Dia menyatakan tengah menikmati aktivitas di luar dunia keartisan, terutama menggarap usaha waralaba yang dikembangkannya. “Sebeium terjun ke dunia nyanyi, saya memang sudah punya bisnis kecil-kecilan toko kelontong,” ujarnya

Sejak 2003, toko kelontong yang dimilikinya disulap menjadi minimarket dengan mengambil lisensi Alfamart. Pertimbangannya memilih waralaba karena seluruh kegiatan operasional harian telah diatur, sehingga tidak banyak menguras energi.

Mencegah Moral Hazard di Bisnis Minimarket

Jika sebelumnya sekadar imbauan tanpa ‘taring’, kini penggunaan produk lokal diwajibkan paling sedikit 80% dari total produk yang dijual waralaba, termasuk waralaba minimarket.

Caranya pemberi waralaba (franchisor) harus bekerja sama dengan pengusaha kecil dan menengah di daerah setempat. Sebagai penerima waralaba (franchisee) atau pemasok barang dan jasa sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan franchisor.

Kemitraan itu tentu tidak dilakukan secara longgar,tetapi diikat dalam dalam syarat perdagangan atau trading terms yang jelas, wajar, berkeadilan, saling menguntungkan dan disepakati kedua belah pihak tanpa tekanan.

Antara Ketegasan & Kejelasan dalam Bisnis Minimarket

Fenomena menjamumya pasar modern seperti hypermarket, supermarket, dan minimarket dalam kawasan tertentu, terutama di daerah perumahan berpotensi mengancam keberadaan produk.

Apalagi dengan diberlakukannya kesepakatan perdagangan bebas antara Indonesia dan China, Asean –China Free Trade Area, Indonesia justru menjadi pasar tujuan produk impor dan pasar modern yang menjadi jembatan utama peredaran produk tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (APSMI) Susanto mengatakan dengan diterbitkannya Permendag No. 53/2012 tentang Penyelenggaraan Waralaba yang antara lain mengatur kewajiban bagi waralaba agar menggunakan bahan baku, peralatan, dan menjual barang dalam negeri sedikitnya 80%, setidaknya mampu mengurangi peredaran produk impor di Tanah Air.

Bisnis Minimarket Masihkah Menguntungkan?


Menjamurnya usaha waralaba di lndonesia tak lepas dari kebutuhan sebagian kalangan bermodal tebal yang berkeinginan memiliki usaha pribadi. Kerap kali, keputusan investor menanamkan modalnya dengan membeli lisensi waralaba atas pertimbangan pengetahuan dan pengalaman.

Sebagian besar dari para investor sadar tak memiliki pengalaman dalam bisnis perdagangan ritel, sehingga pilihan berinvestasi dengan sistem waralaba merupakan keputusan yang paling masuk rasional.

“Pengembangan minimarket dengan sistem waralaba merupakan sistem investasi yang paling memungkinkan untuk saat ini, ” ujar Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta.

Sunday, February 7, 2021

Inovasi Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Susu

Mata rantai produksi susu berkualitas dimulai dari induk unggul hingga penggunaan alat perah

Bisnis minuman olahan susu semakin menggiurkan. Lihat saja maraknya kafe berbahan baku susu di kota besar seperti Jakarta, Surabaya (Jatim), dan Medan (Sumut) yang digandrungi anak muda. Selain menyajikan rasa yang nikmat, kafe ini meng-gunakan nama unik nan kreatif. Sebut saja beberapa nama kafe kopi susu seperti Kopi Soe, Kopi Kenangan, Kopi Janji Jiwa, dan Kopi Lain Hati di Jakarta. Menuju Surabaya ada Kocak (Kopi Becak), Kopi Koko Nakal, dan Katuai Kopi. Sementara, Kopi Susu Semua Umur (KOSU) dan Mauku Kopi bisa dijumpai di Medan. 

Kafe tongkrongan generasi milenial itu menggunakan kopi dan susu segar berkualitas dengan harga rerata Rp20 ribuan/gelas. Belum lagi susu dan yoghurt kemasan aneka rasa yang permintaannya semakin meningkat seiring kesadaran konsumsi makanan dan minuman bergizi. Peternak sapi perah pun terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan susu berkualitas yang permintaannya semakin menanjak. Apa saja inovasi yang dilakukan? 

Menjemput Omzet Rumahan


Pandemi penyakit Covid-19 yang disebabkan virus SARS-Cov2 tercatat melanda 209 negara. Statista menampilkan data per 8 April 2020, virus bermahkota itu sudah menginfeksi hampir 1,5 juta orang.Dampak ekonominya memang luar biasa. International Monetary Funds (IMF) mengatakan, Covid-19 mendorong dunia ke jurang resesi yang lebih buruk ketimbang krisis keuangan global. 

Menurut bos IMF Kristalina Georgieva, hampir 80 negara telah meminta bantuan kepada IMF untuk memerangi pandemi global tersebut. Pihaknya pun menyiapkan talangan senilai US$1 triliun untuk dipinjamkan (3/4). 

Sunday, November 1, 2020

Eddy Soesanto, Pengusaha Pembibitan Tanaman Buah

Bibit Lengkeng Paling Diminati

Untung hingga 50%

Hanya dari modat beberapa batang tanaman buah yang ditanam di rumahnya, Eddy Soesanto sukses menjalankan usaha pembibitan tanaman buah. Kini dari usaha pembibitan tanaman buah yang berlokasi di Cijantung Jakarta Timur dan Parung Bogor bisa mendatangkan omset sekitar Rp 40 juta dengan keuntungan 50% setiap bulan. Seperti apa Eddy membangun usahanya? 

Kecintaan terhadap tanaman buah mengantarkan Eddy Soesanto menjadi pengusaha bibit tanaman buah. Meskipun tidak memiliki background pertanian, namun dari profesinya sebagai konsultan desain interior, ia mengetahui banyak kliennya yang hobi dengan tanaman buah. Eddy pun ikut tertarik untuk menanam dan membibitkan sendiri tanaman buah di rumahnya. Pengetahuan budidaya tanaman buah ia peroleh dari baca buku (secara otodidak). 

Isdiyanto, Pembudidaya Tanaman Keras

Omset Mencapai Rp 100/ bulan dengan Keuntungan Lebih 60%

• Paling Laku Bibit Jati dan Sengon 

Semakin gencarnya aksi penyelamatan bumi dengan digalakkannya penanaman pohon dan pemulihan hutan gundul membuat kebutuhan akan bibit tanaman keras, seperti Jati, Sengon dan Jabon tidak pernah surut. Hal inilah yang membuat Isdiyanto yang pada awalnya hanya sebagai aktivis pemerhati lingkungan, tertarik menjadi pembudidaya tanaman keras. Tidak hanya sebatas budidaya saja, ia pun kerap memberikan layanan konsultasi budidaya gratis bagi para konsumennya. Seperti apa usaha yang mampu meraih omset hingga Rp 100 juta per bulan ini? 

Rasa keprihatinan Isdiyanto muncul melihat maraknya penebangan liar di hutan, sehingga pria berumur 41 tahun ini tertarik mempelajari masalah kelestarian alam. Selain belajar dari berbagai buku budidaya tanaman keras, terkadang ia juga kerap berkonsultasi pada ahli budidaya tanaman keras.

Usaha Menggiurkan dari Pembibitan Tanaman


• Untung hingga 60% 

• Modal Kecil, Omset Bisa hingga Ratusan Juta 

Waktu pemeliharaan yang singkat membuat usaha pembibitan tanaman bisa dibilang tidak seberat proses budidayanya. Apalagi bibit tanaman keras dan buah akan selalu dibutuhkan sepanjang tahun, baik untuk kebutuhan budidaya maupun industri. Banyaknya permintaan bibit tanaman keras dan buah juga dipicu isu global warming. Seperti apa prospek usaha pembibitan kedua jenis tanaman tersebut? 

Sunday, October 25, 2020

Dian Sophia Lydiasari, Owner PT Data Lima: Pelopor Software dan Server Penjualan Pulsa Produksi Lokal

Raih Untung hingga 60% 

Pulsa sudah menjadi kebutuhan pokok para pengguna ponsel sehingga usaha penjualan pulsa tak akan pernah ada matinya. Bahkan kian hari pengguna ponsel selatu bertambah. Perkembangan ini diikuti maraknya usaha penjualan pulsa elektronik. Sayang server dan software yang dibutuhkan untuk distribusi pengisian pulsa masih banyak menggunakan buatan luar negeri. Produksi server dan software untuk keperluan distribusi pulsa itulah yang dilirik Dian Sophia Lydiasari sebagai peluang usaha. Meskipun sempat dilarang orang tua untuk membuka usaha, ia membuktikan bahwa memiliki usaha itu lebih baik daripada hanya sebagai pegawai. Seperti apa kegigihannya membesarkan usaha? 

Sebagai anak pegawai negeri, Dian Sophia Lydiasari selalu mendapat pesan dari orangtuanya agar jangan membuka usaha tetapi cukup jadi pegawai saja agar pikiran tidak perlu terbebani dengan masalah apapun dari usaha tersebut. Namun karena memang sudah memiliki jiwa wirausaha semasa kuliah, wanita kelahiran Jakarta, 1 September 1973 ini melanggar pesan kedua orangtuanya. Jiwa wirausaha tersebut ia cerminkan dengan membuat usaha dekor kamar bersama teman-temannya semasa kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Trisakti Jakarta sambil menjadi asisten dokter gigi. 

Saturday, October 24, 2020

Membedah Bisnis Jilbab yang Semakin Moncer

Jilbab Bahan Katun Paris Paling Laris, Untungnya hingga 50 Persen 

Jilbab sebagai bagian dari fashion memiliki potensi pasar yang begitu besar. Tak heran jika saat ini pelaku bisnis jilbab bertomba-lomba mengeluarkan kreasi baru model jilbab nan cantik untuk merebut hati konsumen. Aneka ragam jilbab, dari mulai modelnya, bahan, motif, aplikasi, hingga warna dan coraknya berpeluang sebagai bisnis yang prospeknya cerah baik di kota besar maupun di daerah. Begitu pula pelengkapnya berupa ciput dalaman, manset, dan lainnya. Seperti apa potensi bisnis jilbab, dan apa tren jilbab yang saat ini sedang digemari? 

Thursday, October 22, 2020

Kiat Sukses Membuka Toko Perlengkapan Bayi


Diasuh Oleh : Ariyanto MB Konsultan dan Perencana Bisnis Email : ariyanto_mb999@yahoo. com

Tanya:

Saya belum 1 bulan buka toko perlengkapan bayi, lokasinya dekat dengan perumahan, namun pembelinya belum terlalu banyak, promosi saat ini yang saya lakukan hanya dengan pemasangan papan nama di depan toko saja, jadi yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Bagaimana cara promosi yang baik dalam melakukan usaha ini?

2. Berapa banyak pengunjung yang ideal untuk datang ke toko agar usaha ini dapat stabil dan dalam jangka waktu berapa lama?

3. Apa yang harus dilakukan dalam pengembangan usaha ini?

Wednesday, September 30, 2020

Yustina Sadji, Rezeki Sesama Perempuan Kupang

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA---Yustina Sadji saat mengikuti pameran di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/9/2020).

Yustina Sadji, warga Noelbaki Kabupaten Kupang, NTT berhasil mendorong puluhan ibu-ibu, termasuk eks pengungsi Timor Timur merintis usaha mikro sendiri.

Ketika ada kemauan dan daya juang, usaha sekecil apa pun bisa berkembang. Hal itu diyakini Yustina Sadji, warga Noelbaki, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur yang berhasil merintis usaha mikro. Ia menularkan semangat itu kepada banyak perempuan lain.

Thursday, September 17, 2020

Albert Gilon, Budidaya Rumput Laut Sejahterakan Masyarakat Pesisir NTT

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA---Albert Gilon

Budidaya rumput laut tidak mudah. Pembudidaya harus punya keterampilan dan pengetahuan khusus. Albert Gilon (60) memiliki keduanya dan tidak segan membaginya kepada orang lain

Budidaya rumput laut tidak mudah. Pembudidaya harus punya keterampilan dan pengetahuan khusus. Albert Gilon (60) memiliki keduanya dan tidak segan membaginya kepada orang lain. Sejauh ini, ratusan orang pengembang budidaya rumput laut di Nusa Tenggara Timur dan provinsi lain telah ia latih.

Sayang, pelatihan budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) terpaksa berhenti selama masa pandemi Covid-19 demi menghindari kerumunan. Namun, laki-laki yang disapa Gilon, itu, tetap rajin mengontak para ketua kelompok pembudidaya rumput laut yang terpencar di berbagai daerah.

Tuesday, September 15, 2020

Setya Yudha Indraswara, Gaul dalam Secangkir Kopi

KOMPAS/BUDI SUWARNA---Setya Yudha dan istri, Ike Hamdan, di ”markas” Jaringan Warkop Nusantara di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (3/9/2020).

Yang penting itu bukan kopinya, tapi ngopinya. Kopi sekadar biji, tapi ngopi punya dimensi sosial.

Masa depan ada di warung kopi. Setya Yudha Indraswara meyakini hal itu. Buat dia, warung kopi bukan sekadar tempat menyeruput kopi, melainkan juga ruang sosial di mana orang dengan aneka latar belakang leluasa berinteraksi dan bebas diskusi. Bayangkan jika ruang sosial itu terus tumbuh dan mekar. Sekat-sekat yang memisahkan akan runtuh dengan sendirinya.