Wednesday, April 14, 2021

Raynanda Gunawan Ciptakan Digitalisasi Sekolah lewat Qualitiva

--Raynanda Gunawan (Foto Sosok)

Berawal dari proyek tugas akhir sekolah, Raynanda Gunawan (28) menciptakan aplikasi Qualitiva.id. Aplikasi ini memudahkan pihak sekolah dalam menjalankan kegiatan belajar-mengajar tanpa harus bertatap muka.

Berawal dari proyek tugas akhir sekolah, Raynanda Gunawan (28)  menciptakan aplikasi Qualitiva.id. Aplikasi lokal asal Sumatera Selatan ini memudahkan pihak sekolah dalam menjalankan kegiatan belajar-mengajar tanpa harus bertatap muka. Pada masa pandemi Covid-19, aplikasi ini telah  digunakan oleh ratusan sekolah, bahkan merambah hingga ke ujung timur Indonesia.

Sunday, February 7, 2021

Inovasi Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Susu

Mata rantai produksi susu berkualitas dimulai dari induk unggul hingga penggunaan alat perah

Bisnis minuman olahan susu semakin menggiurkan. Lihat saja maraknya kafe berbahan baku susu di kota besar seperti Jakarta, Surabaya (Jatim), dan Medan (Sumut) yang digandrungi anak muda. Selain menyajikan rasa yang nikmat, kafe ini meng-gunakan nama unik nan kreatif. Sebut saja beberapa nama kafe kopi susu seperti Kopi Soe, Kopi Kenangan, Kopi Janji Jiwa, dan Kopi Lain Hati di Jakarta. Menuju Surabaya ada Kocak (Kopi Becak), Kopi Koko Nakal, dan Katuai Kopi. Sementara, Kopi Susu Semua Umur (KOSU) dan Mauku Kopi bisa dijumpai di Medan. 

Kafe tongkrongan generasi milenial itu menggunakan kopi dan susu segar berkualitas dengan harga rerata Rp20 ribuan/gelas. Belum lagi susu dan yoghurt kemasan aneka rasa yang permintaannya semakin meningkat seiring kesadaran konsumsi makanan dan minuman bergizi. Peternak sapi perah pun terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan susu berkualitas yang permintaannya semakin menanjak. Apa saja inovasi yang dilakukan? 

Menjemput Omzet Rumahan


Pandemi penyakit Covid-19 yang disebabkan virus SARS-Cov2 tercatat melanda 209 negara. Statista menampilkan data per 8 April 2020, virus bermahkota itu sudah menginfeksi hampir 1,5 juta orang.Dampak ekonominya memang luar biasa. International Monetary Funds (IMF) mengatakan, Covid-19 mendorong dunia ke jurang resesi yang lebih buruk ketimbang krisis keuangan global. 

Menurut bos IMF Kristalina Georgieva, hampir 80 negara telah meminta bantuan kepada IMF untuk memerangi pandemi global tersebut. Pihaknya pun menyiapkan talangan senilai US$1 triliun untuk dipinjamkan (3/4). 

Sunday, November 1, 2020

Eddy Soesanto, Pengusaha Pembibitan Tanaman Buah

Bibit Lengkeng Paling Diminati

Untung hingga 50%

Hanya dari modat beberapa batang tanaman buah yang ditanam di rumahnya, Eddy Soesanto sukses menjalankan usaha pembibitan tanaman buah. Kini dari usaha pembibitan tanaman buah yang berlokasi di Cijantung Jakarta Timur dan Parung Bogor bisa mendatangkan omset sekitar Rp 40 juta dengan keuntungan 50% setiap bulan. Seperti apa Eddy membangun usahanya? 

Kecintaan terhadap tanaman buah mengantarkan Eddy Soesanto menjadi pengusaha bibit tanaman buah. Meskipun tidak memiliki background pertanian, namun dari profesinya sebagai konsultan desain interior, ia mengetahui banyak kliennya yang hobi dengan tanaman buah. Eddy pun ikut tertarik untuk menanam dan membibitkan sendiri tanaman buah di rumahnya. Pengetahuan budidaya tanaman buah ia peroleh dari baca buku (secara otodidak). 

Isdiyanto, Pembudidaya Tanaman Keras

Omset Mencapai Rp 100/ bulan dengan Keuntungan Lebih 60%

• Paling Laku Bibit Jati dan Sengon 

Semakin gencarnya aksi penyelamatan bumi dengan digalakkannya penanaman pohon dan pemulihan hutan gundul membuat kebutuhan akan bibit tanaman keras, seperti Jati, Sengon dan Jabon tidak pernah surut. Hal inilah yang membuat Isdiyanto yang pada awalnya hanya sebagai aktivis pemerhati lingkungan, tertarik menjadi pembudidaya tanaman keras. Tidak hanya sebatas budidaya saja, ia pun kerap memberikan layanan konsultasi budidaya gratis bagi para konsumennya. Seperti apa usaha yang mampu meraih omset hingga Rp 100 juta per bulan ini? 

Rasa keprihatinan Isdiyanto muncul melihat maraknya penebangan liar di hutan, sehingga pria berumur 41 tahun ini tertarik mempelajari masalah kelestarian alam. Selain belajar dari berbagai buku budidaya tanaman keras, terkadang ia juga kerap berkonsultasi pada ahli budidaya tanaman keras.

Usaha Menggiurkan dari Pembibitan Tanaman


• Untung hingga 60% 

• Modal Kecil, Omset Bisa hingga Ratusan Juta 

Waktu pemeliharaan yang singkat membuat usaha pembibitan tanaman bisa dibilang tidak seberat proses budidayanya. Apalagi bibit tanaman keras dan buah akan selalu dibutuhkan sepanjang tahun, baik untuk kebutuhan budidaya maupun industri. Banyaknya permintaan bibit tanaman keras dan buah juga dipicu isu global warming. Seperti apa prospek usaha pembibitan kedua jenis tanaman tersebut?