Thursday, July 26, 2018

Ragam Pangan Nusantara Ditargetkan ke Pasar Global

KOMPAS/M PASCHALIA JUDITH J--Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi (kanan) dalam konferensi pers terkait Ragam Pangan Nusantara di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Berbagai macam produk pangan Indonesia berpotensi menembus pasar global. Demi menstimulasi dan mengembangkan relasi bisnis, Badan Ketahanan Pangan berencana memamerkan produk-produk pangan Nusantara.

Ragam produk itu akan dipamerkan dalam Gelar Pangan Nusantara yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta, pada  27-29 Juli 2018. ”Saya harap ada 100 kerja sama bisnis terhadap produk-produk pangan yang dipamerkan,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/7/2018).


Pemuda Genjot Pemasaran


KOMPAS/WINARTO HERUSANSONO--Aneka ragam produk olahan kopi varian Java Mocca, hasil panen petani kopi Gunung Kelir di Dusun Sirap, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Promosi dan pemasaran kopi dari lereng Gunung Kelir, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, diperluas ke luar daerah sejak dua tahun lalu. Gerakan itu dipelopori pemuda dan anak petani kopi setempat guna membantu meningkatkan perekonomian warga.

Wahid Budi Utomo (20), pemuda Dusun Sirap, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, yang tergabung dalam Kelompok Tani Rahayu IV, Rabu (25/7/2018), mengatakan, ada lima anak muda yang terlibat dalam kegiatan nonpertanian.


Tuesday, July 24, 2018

Budidaya Jamur Tiram Berpotensi Dikembangkan

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO--Petani memanen jamur tiram (Pleurotus ostreatus) hasil budidaya di kawasan Gadog, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/3/2017). Hasil panenan tersebut dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Bogor dan sekitarnya dengan harga Rp 10.000 per kilogram.

Budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) masih berpotensi untuk dikembangkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun, pembudidaya belum mampu memenuhi permintaan pasar. Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong warga untuk terus membudidayakan jamur tiram.

Yuniar Eliana, salah seorang pembudidaya jamur tiram di Kota Banjarmasin, mengatakan, pasar jamur tiram di Banjarmasin masih terbuka lebar.


Saturday, July 21, 2018

Bawang Batu untuk Perantau

KOMPAS/HENDRIYO WIDI--Susi Susanti, pebisnis daring industri rumah tangga Nirwana Food dari Kota Palu, Sulawesi Tengah. Susi menjual produk-produk khas Palu, seperti bawang goreng, ikan teri penja duo, dan kopi Bintang, secara daring dengan menjadi pelapak di Bukalapak sejak 2016.

Para perantau kerap kali merindukan makanan khas daerah asal mereka. Namun, sering kali mereka sulit mendapatkan makanan itu di daerah rantau. Situasi itu memunculkan peluang. Penyelesaiannya lewat perdagangan dalam jaringan atau e-dagang.

Susi Susanti (28), warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, adalah salah seorang pelaku usaha yang memanfaatkan peluang itu. Ia menjual produk bawang goreng khas Palu.


Sunday, July 15, 2018

Jualan Batik Unik, Pemuda Ini Cetak Omzet Puluhan Juta/Bulan

Foto: Dok. Instagram Bonolo

Berawal dari sulitnya memilih batik yang menarik dan sesuai kepribadiannya yang santai, Ergy Adhitama (26) kini mampu meraup omzet puluhan juta rupiah lewat bisnis kemeja batik online.

Bukan sembarang produk, kemeja batik ini dibuat dari bahan tenun Cirebon, dengan warna modis dan desain yang dipadukan dengan model masa kini, berbeda dengan kebanyakan batik corak lainnya yang ramai di pasaran.

Ergy menjual produknya dengan merek Bonolo, diambil dari bahasa salah satu negara di benua Afrika yang artinya santai. Bonolo memiliki sekitar 12 desain kemeja yang dipadukan dengan 7 warna, antara lain hitam, abu-abu muda, abu-abu tua, merah salem, biru muda, biru tua, dan hijau.


Dulu Kerja Serabutan, Pria Ini Kini Sukses Bisnis Keripik

Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance

Tekad kuat seorang Ichdal Husaini mengantarkannya menjadi seorang pengusaha dari yang semula bekerja serabutan. Demi perbaikan kualitas ekonomi dan hidup, Ichdal mencari peluang berbisnis keripik dari bahan baku yang ada di daerahnya di Kalimantan Selatan.

"Dulu ini saja kerja serabutan, semua saya kerjakan, bekerja untuk orang lain. Tapi saya pikir mungkin lebih baik punya usaha sendiri daripada bekerja untuk orang jadi kita coba lah sedikit-sedikit merintis," katanya kepada detikFinance, seperti ditulis Rabu (25/4/3018)