KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO--Petani memanen jamur tiram (Pleurotus ostreatus) hasil budidaya di kawasan Gadog, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/3/2017). Hasil panenan tersebut dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Bogor dan sekitarnya dengan harga Rp 10.000 per kilogram.
Budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) masih berpotensi untuk dikembangkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun, pembudidaya belum mampu memenuhi permintaan pasar. Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong warga untuk terus membudidayakan jamur tiram.
Yuniar Eliana, salah seorang pembudidaya jamur tiram di Kota Banjarmasin, mengatakan, pasar jamur tiram di Banjarmasin masih terbuka lebar.
Tuesday, July 24, 2018
Saturday, July 21, 2018
Bawang Batu untuk Perantau
KOMPAS/HENDRIYO WIDI--Susi Susanti, pebisnis daring industri rumah tangga Nirwana Food dari Kota Palu, Sulawesi Tengah. Susi menjual produk-produk khas Palu, seperti bawang goreng, ikan teri penja duo, dan kopi Bintang, secara daring dengan menjadi pelapak di Bukalapak sejak 2016.
Para perantau kerap kali merindukan makanan khas daerah asal mereka. Namun, sering kali mereka sulit mendapatkan makanan itu di daerah rantau. Situasi itu memunculkan peluang. Penyelesaiannya lewat perdagangan dalam jaringan atau e-dagang.
Susi Susanti (28), warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, adalah salah seorang pelaku usaha yang memanfaatkan peluang itu. Ia menjual produk bawang goreng khas Palu.
Para perantau kerap kali merindukan makanan khas daerah asal mereka. Namun, sering kali mereka sulit mendapatkan makanan itu di daerah rantau. Situasi itu memunculkan peluang. Penyelesaiannya lewat perdagangan dalam jaringan atau e-dagang.
Susi Susanti (28), warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, adalah salah seorang pelaku usaha yang memanfaatkan peluang itu. Ia menjual produk bawang goreng khas Palu.
Sunday, July 15, 2018
Jualan Batik Unik, Pemuda Ini Cetak Omzet Puluhan Juta/Bulan
Foto: Dok. Instagram BonoloBerawal dari sulitnya memilih batik yang menarik dan sesuai kepribadiannya yang santai, Ergy Adhitama (26) kini mampu meraup omzet puluhan juta rupiah lewat bisnis kemeja batik online.
Bukan sembarang produk, kemeja batik ini dibuat dari bahan tenun Cirebon, dengan warna modis dan desain yang dipadukan dengan model masa kini, berbeda dengan kebanyakan batik corak lainnya yang ramai di pasaran.
Ergy menjual produknya dengan merek Bonolo, diambil dari bahasa salah satu negara di benua Afrika yang artinya santai. Bonolo memiliki sekitar 12 desain kemeja yang dipadukan dengan 7 warna, antara lain hitam, abu-abu muda, abu-abu tua, merah salem, biru muda, biru tua, dan hijau.
Dulu Kerja Serabutan, Pria Ini Kini Sukses Bisnis Keripik
Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Tekad kuat seorang Ichdal Husaini mengantarkannya menjadi seorang pengusaha dari yang semula bekerja serabutan. Demi perbaikan kualitas ekonomi dan hidup, Ichdal mencari peluang berbisnis keripik dari bahan baku yang ada di daerahnya di Kalimantan Selatan.
"Dulu ini saja kerja serabutan, semua saya kerjakan, bekerja untuk orang lain. Tapi saya pikir mungkin lebih baik punya usaha sendiri daripada bekerja untuk orang jadi kita coba lah sedikit-sedikit merintis," katanya kepada detikFinance, seperti ditulis Rabu (25/4/3018)
Tekad kuat seorang Ichdal Husaini mengantarkannya menjadi seorang pengusaha dari yang semula bekerja serabutan. Demi perbaikan kualitas ekonomi dan hidup, Ichdal mencari peluang berbisnis keripik dari bahan baku yang ada di daerahnya di Kalimantan Selatan.
"Dulu ini saja kerja serabutan, semua saya kerjakan, bekerja untuk orang lain. Tapi saya pikir mungkin lebih baik punya usaha sendiri daripada bekerja untuk orang jadi kita coba lah sedikit-sedikit merintis," katanya kepada detikFinance, seperti ditulis Rabu (25/4/3018)
Raup Omzet Jutaan dari Bisnis Penyewaan Alat Mendaki Gunung
Foto: Dok. Wastu Outdoor
Mendaki, melintas bukit. Berjalan letih menahan berat beban' Berikut sepenggal bait lirik Mahameru milik band Dewa 19. Buat 'anung' anak gunung, rasanya itu jadi playlist wajib saat mendaki.
Yes, sekarang mendaki gunung jadi hits dengan banyaknya jalur pendakian yang dibuka. Selain buat menenangkan pikiran, sekarang juga banyak orang yang mendaki hanya untuk memenuhi album foto di Instagram.
Mendaki, melintas bukit. Berjalan letih menahan berat beban' Berikut sepenggal bait lirik Mahameru milik band Dewa 19. Buat 'anung' anak gunung, rasanya itu jadi playlist wajib saat mendaki.
Yes, sekarang mendaki gunung jadi hits dengan banyaknya jalur pendakian yang dibuka. Selain buat menenangkan pikiran, sekarang juga banyak orang yang mendaki hanya untuk memenuhi album foto di Instagram.
Mantan Sekretaris Ini Raup Jutaan Rupiah dari Salak
Foto: dok. Salaku
Mungkin sebagian masyarakat di Indonesia pernah terluka saat mengkonsumsi buah salak. Kulitnya yang tajam menjadi salah satu penyebabnya. Namun, kini menikmati buah yang rasanya asam dan manis itu tidak perlu repot.
Berkat Shelly, seorang ibu dengan tiga anak ini berhasil melakukan inovasi dari salak. Buah tersebut menjadi makanan yang menarik dan enak untuk dikonsumsi. Bahkan, racikannya itu berhasil menciptakan berbagai makanan olahan.
Berawal pada 2010, Shelly sudah menjajaki usaha sektor kuliner dan pada 2016 berhasil mengangkat salak sebagai buah tropis unggulan khas Indonesia menjadi olahan baru.
"Awalnya itu untuk mensosialisasikan manfaat buah salak dalam bentuk makanan dan minuman yang baru yang enak," kata dia kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (28/4/2018).
Subscribe to:
Posts (Atom)




