Foto: Dok. Inssoo
Undur diri sebagai karyawan di perusahaan swasta lalu menjajal peruntungan di dunia usaha merupakan jalan yang diambil Natalia Indira. Siapa sangka pengusaha asal Yogyakarta ini mampu meraup omzet hingga ratusan juta dari usahanya yang bernama Inssoo.
Inssoo merupakan produk kerajinan tangan berupa tas tangan alias clutch. Uniknya, produk ini berbahan dasar serat pandan laut.
Sunday, July 15, 2018
Mojang Bandung Raup Untung Dagang Cuanki Instan
Foto: Dok. Lakoca
Cuanki, dari namanya pasti anda pernah melihat penjualnya memikul dua kotak berisi kompor dan panci, di kotak berikutnya ada botol saos dan sambal yang disusun. Tapi kini sudah ada cuanki instan, tinggal seduh sudah bisa dinikmati.
Siapa sebenarnya pembuat cuanki instan ini?
Berawal dari hobi mengonsumsi cuanki, Rosalia atau yang akrab disapa Ocha kini sukses menjalankan bisnis cuanki instan bernama Lakoca. Ocha menceritakan, cuanki instan merupakan makanan favoritnya dan Lakoca adalah salah satu pelopor cuanki instan.
Cuanki, dari namanya pasti anda pernah melihat penjualnya memikul dua kotak berisi kompor dan panci, di kotak berikutnya ada botol saos dan sambal yang disusun. Tapi kini sudah ada cuanki instan, tinggal seduh sudah bisa dinikmati.
Siapa sebenarnya pembuat cuanki instan ini?
Berawal dari hobi mengonsumsi cuanki, Rosalia atau yang akrab disapa Ocha kini sukses menjalankan bisnis cuanki instan bernama Lakoca. Ocha menceritakan, cuanki instan merupakan makanan favoritnya dan Lakoca adalah salah satu pelopor cuanki instan.
Kurangi Sampah, Pemuda Ini Jualan Gelas yang Bisa Dimakan
Ide bisnis bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Bisa saja muncul ketika kita sedang memikirkan sesuatu tentang kondisi sosial dan lingkungan.
David Christian misalnya. Pria yang memiliki jiwa sosial tinggi ini mendapatkan ide bisnis saat memikirkan kondisi lingkungan di Jakarta yang penuh dengan sampah.
Setelah 4 tahun mengenyam pendidikan tinggi di Kanada, pada 2015 dia pulang ke ibu kota. Saat itu pikirannya terusik ketika melihat banyak sampah di Jakarta.
David Christian misalnya. Pria yang memiliki jiwa sosial tinggi ini mendapatkan ide bisnis saat memikirkan kondisi lingkungan di Jakarta yang penuh dengan sampah.
Setelah 4 tahun mengenyam pendidikan tinggi di Kanada, pada 2015 dia pulang ke ibu kota. Saat itu pikirannya terusik ketika melihat banyak sampah di Jakarta.
Wednesday, July 11, 2018
Septi Ariyani Membuat Wangi Garam Cirebon
KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI--Septi Ariyani
Di tangan Septi Ariyani (36), garam Cirebon disulap menjadi bahan terapi kesehatan dan kecantikan. Harga garam yang rendah dan kerap anjlok pun jadi punya nilai tambah. Kini, garam Cirebon juga bisa dijumpai di tempat ”spa” dengan aroma yang mewangi, tak hanya berasa asin dan tersempil di dapur.
Bau ikan asin di Jembatan Bondet, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, awal Juli lalu, sontak hilang ketika sampai di depan Galeri Rama Shinta milik Septi yang berjarak belasan meter dari jembatan. Aroma melati dan lemon menyeruak dari galeri yang juga berada di rumahnya. Saking harumnya, bau oli bekas bengkel di depan rumahnya tak tercium.
Di tangan Septi Ariyani (36), garam Cirebon disulap menjadi bahan terapi kesehatan dan kecantikan. Harga garam yang rendah dan kerap anjlok pun jadi punya nilai tambah. Kini, garam Cirebon juga bisa dijumpai di tempat ”spa” dengan aroma yang mewangi, tak hanya berasa asin dan tersempil di dapur.
Bau ikan asin di Jembatan Bondet, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, awal Juli lalu, sontak hilang ketika sampai di depan Galeri Rama Shinta milik Septi yang berjarak belasan meter dari jembatan. Aroma melati dan lemon menyeruak dari galeri yang juga berada di rumahnya. Saking harumnya, bau oli bekas bengkel di depan rumahnya tak tercium.
Thursday, July 5, 2018
Tren Digital Ubah Pasar Tenaga Kerja
KOMPAS/ICHWAN SUSANTO--Pekerja pabrik rambut palsu (wig) di Purbalingga, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Tren digital mengubah pasar tenaga kerja. Selain mekanisme dan proses perekrutan, kebutuhan akan kompetensi pekerja pun berubah. Sayangnya, pasar tenaga kerja di Indonesia belum matang.
Manager Human Resources PT Robert Walters Indonesia Rachmi Fauzie di Jakarta, Kamis (5/7/2018), menyatakan, permintaan calon karyawan bidang teknologi informasi cenderung meningkat selama enam tahun terakhir, terutama untuk kategori profesional.
Tak hanya dari perusahaan rintisan bidang teknologi digital, seperti perdagangan elektronik (e-dagang), tren datang dari berbagai latar industri, seperti perbankan dan jasa finansial, penjualan dan pemasaran, serta logistik.
Tren digital mengubah pasar tenaga kerja. Selain mekanisme dan proses perekrutan, kebutuhan akan kompetensi pekerja pun berubah. Sayangnya, pasar tenaga kerja di Indonesia belum matang.
Manager Human Resources PT Robert Walters Indonesia Rachmi Fauzie di Jakarta, Kamis (5/7/2018), menyatakan, permintaan calon karyawan bidang teknologi informasi cenderung meningkat selama enam tahun terakhir, terutama untuk kategori profesional.
Tak hanya dari perusahaan rintisan bidang teknologi digital, seperti perdagangan elektronik (e-dagang), tren datang dari berbagai latar industri, seperti perbankan dan jasa finansial, penjualan dan pemasaran, serta logistik.
Wednesday, July 4, 2018
Kuliah Sambil Jadi Kurir, Mengapa Harus Gengsi?
KOMPAS/PRAYOGI DWI SULISTYO--Suasana kantor perusahaan rintisan (start up) MrSpeedy di Jakarta, Selasa (3/7/2018). Sebagai perusahaan rintisan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang, mereka mampu menyerap ribuan tenaga kerja sebagai kurir, termasuk yang berstatus mahasiswa.
Desta Nuskita (22) tampak bersemangat setelah seharian mengantarkan barang. Ia tidak pernah malu menjadi kurir berbasis aplikasi daring meskipun berstatus sebagai mahasiswa salah satu perguruan swasta di Depok, Jawa Barat.
Saat ditemui di Jakarta, Senin (2/7/2018), Desta mengaku bangga karena dapat membantu meringankan beban orangtua dengan menjadi pengantar barang berbasis aplikasi daring. ”Pekerjaan ini fleksibel sehingga dapat dilakukan di sela-sela waktu kuliah,” ujar anak pertama dari dua bersaudara tersebut.
Desta Nuskita (22) tampak bersemangat setelah seharian mengantarkan barang. Ia tidak pernah malu menjadi kurir berbasis aplikasi daring meskipun berstatus sebagai mahasiswa salah satu perguruan swasta di Depok, Jawa Barat.
Saat ditemui di Jakarta, Senin (2/7/2018), Desta mengaku bangga karena dapat membantu meringankan beban orangtua dengan menjadi pengantar barang berbasis aplikasi daring. ”Pekerjaan ini fleksibel sehingga dapat dilakukan di sela-sela waktu kuliah,” ujar anak pertama dari dua bersaudara tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)





