Thursday, August 1, 2019

Siboen, Guru ”Youtuber” dari Desa Kasegeran

KOMPAS/WILIBRORDUS MEGANDIKA WICAKSONO----Siswanto alias Siboen menunjukkan penghargaan dari Youtube karena channel-nya telah melampaui satu juta subscriber, di rumahnya di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (22/4/2021).

Di jagat ”youtuber” yang membuat konten tutorial perbengkelan sepeda motor, nama Siboen cukup populer. Pemuda desa tamatan SD itu kini menjadi guru bagi ratusan warga di desanya yang ingin membuat konten Youtube.

Lewat Youtube, Siswanto (37) yang tenar dengan nama Siboen berhasil menyebarkan pengetahuan perbengkelan dan membuat nama kampungnya terkenal. Ia selanjutnya menjadi guru bagi ratusan warga desa yang ingin menjadi youtuber.

Wednesday, June 5, 2019

Yani Risnawati, Bukan Remah-remah Rengginang

KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI---Pekerja menata rengginang di rumah produksi Rengginang Kidal di Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (19/5/2021). Usaha Rengginang Kidal dibuat oleh Yani Risnawati (51) yang menderita stroke sejak 2013 dan tangan serta kaki kanannya sulit digerakkan.

Dengan usaha rengginang, Yani Risnawati bangkit dari keterpurukan. Tidak hanya menolong diri sendiri, ia menyedekahkan inspirasinya bagi orang lain yang membutuhkan.

Yani Risnawati (51) sempat merasa hidupnya berakhir ketika terserang stroke. Tubuhnya terbujur di tempat tidur. Namun, rengginang membantu semangat dia untuk bangkit dari kerapuhan fisiknya.

Saturday, May 18, 2019

Tejo Pramono dan Uji Sapitu, Sekolah Kopi untuk Keluarga Petani

KOMPAS/ELSA EMIRIA LEBA---Pendiri Rumah Kopi Ranin, Uji Sapitu (kiri) dan Tejo Pramono (kanan), berpose di depan Rumah Kopi Ranin di Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). Selain menjual kopi dari petani kecil, Rumah Kopi Ranin berkembang menjadi sekolah kopi nonformal bagi keluarga petani, pelanggan, dan mahasiswa. Rumah Kopi Ranin, kependekan dari Rakyat Tani Indonesia, berdiri sejak tahun 2012

Dari kedai kopi sederhana di Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat, Tejo Pramono (48) dan Uji Sapitu (49) membuat sekolah kopi nonformal guna membuka cakrawala keluarga petani di seluruh Nusantara.

Puput Setyoko, Ikhtiar Subur Jamur Borobudur

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO----Puput Setyoko pendiri tempat usaha Jamur Borobudur di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (6/5/2021).

Jamur tak hanya mengubah hidup Puput Setyoko (29),. Jamur juga membuka harapan bagi banyak orang untuk hidup lebih sejahtera.

Bagi Puput Setyoko (29), jamur tak hanya mengubah hidupnya, tapi juga memberi jalan kesuburan bagi banyak warga. Jamur menjadi simbol harapan baru bagi masa depannya yang semula terasa kabur, akibat cacat bawaan buta warna. Melalui Jamur Borobudur, dia panggungkan jamur sebagai salah satu magnet wisata.

“Saya ingin Jamur Borobudur jadi salah satu ikon oleh-oleh dari kawasan Candi Borobudur,” ucapnya membuka percakapan, Kamis (6/5/2021). Sebagai putra daerah, Puput terdorong mengembangkan pariwisata Borobudur.

Friday, April 19, 2019

Deasy Esterina dan Berkah Limbah Kresek

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA----Deasy Esterina (30), asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, pendiri Kreskros yang memproduksi tas berbahan baku kantong kresek, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (13/4/2021).

Di tangan Deasy Esterina (30), kantong kresek bekas bisa ”disulap”menjadi tas berkelas. Ia menjual produknya antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Deasy Esterina (30) berhasil mengubah kresek bekas jadi tas berkelas berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Ia bekerja sama dengan pengepul sampah dan para ibu rumah tangga untuk membangun usaha ramah lingkungan ini terus membesar.

Tuesday, April 9, 2019

Anneke Putri Purwidyantari Mengangkat Rasa Nusantara

KOMPAS/HARIS FIRDAUS----Pendiri CV Ramu Padu Nusantara, Anneke Putri Purwidyantari, berfoto di tengah kebun bunga telang di Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (31/3/2021). Ramu Padu Nusantara merupakan usaha rintisan yang memproduksi sirup dan produk pangan fungsional dari bahan-bahan alami asal Nusantara. Ramu Padu Nusantara juga menjalin kerja sama dengan petani di Desa Merdikorejo untuk membudidayakan bunga telang.

Melalui usaha rintisan, Anneke Putri Purwidyantari (35) mengolah kekayaan rasa dari rempah, rimpang, dan buah Nusantara menjadi sirup dan produk pangan fungsional. Dia juga bermitra dengan petani lokal.