KOMPAS/MACHRADIN WAHYUDI RITONGA---Yohan Wijaya NoerahmatKejelian Yohan W Noerahmat (37) mencari celah penjualan kelapa dan produk turunannya berbuah manis. Sabut kelapa yang awalnya hanya limbah kini membuat bangga Indonesia saat sukses melanglang buana ke sejumlah negara.
Kejelian Yohan Wijaya Noerahmat (37) mencari celah penjualan kelapa dan produk turunannya berbuah manis. Sabut kelapa yang awalnya hanya limbah bisa ia sulap jadi produk yang sukses melanglang buana ke sejumlah negara.
Di bawah bendera Koperasi Produsen Mitra Kelapa (KPMK) di Pangandaran, Jawa Barat, setidaknya ada dua produk andalan Yohan dan kawan-kawannya sejak 2016. Pasar mengenal produk itu dengan sebutan cocopeat dan cocofiber.
Cocopeat digunakan sebagai media tanam dari sabut kelapa yang berbentuk halus seperti pasir. Sabut dengan serat yang lebih kasar menjadi cocofiber yang menjadi bahan baku furnitur hingga jok kendaraan kelas premium.
Kamis (12/11/2020), Yohan memperlihatkan salah satu gudangnya di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Pangandaran. Tidak banyak produk yang tersimpan di sana karena sebagian besar isi gudang sudah dikirim ke sejumlah negara.