Wednesday, January 8, 2020

Dwi Lili Indayani dan Terobosan Baru untuk Petani Bunga Kota Batu

KOMPAS/DEFRI WERDIONO----Dwi Lili Indayani (35), petani milenial dari Kota Batu, Jawa Timur, bersama kokodema produksinya, Jumat (13/8/2021). Sejak satu pekan lalu, Lili juga ditunjuk menjadi salah satu duta petani milenial di bawah Kementerian Pertanian.

Setelah sukses membuat terobosan dalam pemasaran bunga, Dwi Lili Indayani bekerja untuk memperjuangkan kesejahteraan petani bunga di Batu, Malang, lewat BUMDes. Bersama BUMDes, ia, antara lain, merintis mal bunga.

Monday, December 16, 2019

Nurman Farieka, Pemuda Bandung yang “Menyulap” Ceker Ayam Jadi Sepatu

KOMPAS/CORNELIUS HELMY HERLAMBANG--Nurman Farieka Ramdhany

Biasanya sepatu dibuat dari kulit sapi, tapi Nurman Farieka Ramdhany (34) membuat sepatu dari kulit ceker ayam. Bayangkan, berapa ceker ayam yang dipakai untuk sepasang sepatu.

Nurman “menyulap” kulit ceker ayam yang awalnya hanya limbah, jadi sepatu berharga hingga jutaan rupiah. Berkat usahanya, pedagang ceker ayam dan para pengrajin sepatu ikut mendapat rezekinya.

“Sayur … Sayur … Sayur ….” Dari kejauhan, teriakan suara Asep Solehudin (35) terdengar di Gang Subur, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019). Suaranya memanggil pelanggan beradu keras dengan bunyi mesin sepeda motor yang dimodifikasi jadi gerobak sayur. Setelah melayani beberapa ibu rumah tangga, dia bergegas menuju rumah Nurman di gang sempit yang sama.


Saturday, December 14, 2019

Rizki Hamdani Mencetak Santri Berjiwa Bisnis

ARSIP SATU INDONESIA AWARDS--Rizki Hamdani saat berada di peternakan sapi yang dikelola oleh kelompok santri tani milenial di Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang, Jawa Timur, 9 September 2020.

Rizki Hamdani membantu mencetak ratusan santri berjiwa mandiri. Mereka tidak hanya mengerti agama, tetapi juga mengerti bisnis.

Citra pondok pesantren lekat dengan tempat orang menuntut ilmu agama semata. Namun, Rizki Hamdani (34) melihat para santri punya potensi besar untuk menjadi wirausaha. Ia pun mendorong ratusan santri di Jombang, Jawa Timur, terlibat dalam mengembangkan kewirausahaan sosial.

Saturday, December 7, 2019

Yohan Wijaya Membuat Limbah Sabut Kelapa Melanglang Buana

 

KOMPAS/MACHRADIN WAHYUDI RITONGA---Yohan Wijaya Noerahmat

Kejelian Yohan W Noerahmat (37) mencari celah penjualan kelapa dan produk turunannya berbuah manis. Sabut kelapa yang awalnya hanya limbah kini membuat bangga Indonesia saat sukses melanglang buana ke sejumlah negara.

Kejelian Yohan Wijaya Noerahmat (37) mencari celah penjualan kelapa dan produk turunannya berbuah manis. Sabut kelapa yang awalnya hanya limbah bisa ia sulap jadi produk yang sukses melanglang buana ke sejumlah negara.

Di bawah bendera Koperasi Produsen Mitra Kelapa (KPMK) di Pangandaran, Jawa Barat, setidaknya ada dua produk andalan Yohan dan kawan-kawannya sejak 2016. Pasar mengenal produk itu dengan sebutan cocopeat dan cocofiber.

Cocopeat digunakan sebagai media tanam dari sabut kelapa yang berbentuk halus seperti pasir. Sabut dengan serat yang lebih kasar menjadi cocofiber yang menjadi bahan baku furnitur hingga jok kendaraan kelas premium.

Kamis (12/11/2020), Yohan memperlihatkan salah satu gudangnya di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Pangandaran. Tidak banyak produk yang tersimpan di sana karena sebagian besar isi gudang sudah dikirim ke sejumlah negara.

Friday, November 15, 2019

Rajungan Wujudkan Mimpi

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN--Raehani (50), pemilik usaha Baehaki Putra, di Puyahan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memperlihatkan rajungan yang belum diolah, Kamis (7/11/2019).

Dengan bendera "Baehaki Putra", Raehani (50) dan para nelayan di Puyahan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, membawa rajungan ke mancanegara.

Kepiting dan rajungan merupakan sebagian komoditas utama ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia. Tahun lalu, Indonesia mengekspor 27.791 ton rajungan dan kepiting senilai 472,9 juta dollar AS. Angka itu sekitar 2,47 persen dari total 1,12 juta ton ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia tahun 2018.


Wednesday, November 6, 2019

Ade dan Lia, Si Kembar yang Mempopulerkan Batik Bekasi

KOMPAS/ESTER LINCE NAPITUPULU--Auliya Ristya Purnama (Lia) dan Aulia Ristya Purnami (Ade)

Saudara kembar Aulia Ristya Purnama dan Aulia Ristya Purnami (30) punya “dendam” yang kemudian jadi janji untuk berbagi ke pelosok negeri. Kakak-beradik yang belajar membatik secara otodidak sejak 2011 itu  mengembangkan workshop dan produksi batik tulis yang diberi nama Adelia Batik di Kota Bekasi, Jawa Barat. Mereka memberdayakan masyarakat sekitar dan berbagi ilmu pembuatan batik. Keduanya kemudian dikenal sebagai pelopor munculnya batik di Kota Bekasi.