Thursday, August 15, 2019

Alpiadi Prawiraningrat Mengangkat Martabat Pariwisata Purwakarta

KOMPAS/MELATI MEWANGI--Alpiadi Prawiraningrat mengenalkan potensi pariwisata Purwakarta melalui media soisial sejak tahun 2015.

Sosok Alpiadi Prawiraningrat atau yang kerap disapa Adi (26) mulai jadi buah bibir di kalangan anak muda Purwakarta. Kiprahnya mempromosikan wisata dan kuliner lokal diapresiasi.

Usai acara Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta, Sabtu (2/11/2019), Adi antusias bicara soal ragam potensi wisata Purwakarta. Sorot matanya berapi-api menjelaskan banyak hal.

Thursday, August 8, 2019

Tim Red Velvet, Antara Angka dan Bisnis

FOTO-FOTO: KOMPAS/HERU SRI KUMORO----Pengunjung menikmati makanan di resto pinggir danau di Kompleks Perpustakaan Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (29/3/2017).

Enam mahasiswa Universitas Indonesia meraih prestasi di ajang ICAEW Greater China and South-East Asia Virtual Business Challenge (GCSEABC) 2021.

Berjibaku dengan angka sambil menganalisis bisnis dan mempersiapkan presentasi tidak mudah dikerjakan dalam waktu singkat. Namun, enam mahasiswi berhasil melakukannya. Di bawah nama tim Red Velvet, mereka mengharumkan nama Indonesia dalam sebuah kompetisi akuntansi tingkat regional.

Thursday, August 1, 2019

Siboen, Guru ”Youtuber” dari Desa Kasegeran

KOMPAS/WILIBRORDUS MEGANDIKA WICAKSONO----Siswanto alias Siboen menunjukkan penghargaan dari Youtube karena channel-nya telah melampaui satu juta subscriber, di rumahnya di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (22/4/2021).

Di jagat ”youtuber” yang membuat konten tutorial perbengkelan sepeda motor, nama Siboen cukup populer. Pemuda desa tamatan SD itu kini menjadi guru bagi ratusan warga di desanya yang ingin membuat konten Youtube.

Lewat Youtube, Siswanto (37) yang tenar dengan nama Siboen berhasil menyebarkan pengetahuan perbengkelan dan membuat nama kampungnya terkenal. Ia selanjutnya menjadi guru bagi ratusan warga desa yang ingin menjadi youtuber.

Wednesday, June 5, 2019

Yani Risnawati, Bukan Remah-remah Rengginang

KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI---Pekerja menata rengginang di rumah produksi Rengginang Kidal di Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (19/5/2021). Usaha Rengginang Kidal dibuat oleh Yani Risnawati (51) yang menderita stroke sejak 2013 dan tangan serta kaki kanannya sulit digerakkan.

Dengan usaha rengginang, Yani Risnawati bangkit dari keterpurukan. Tidak hanya menolong diri sendiri, ia menyedekahkan inspirasinya bagi orang lain yang membutuhkan.

Yani Risnawati (51) sempat merasa hidupnya berakhir ketika terserang stroke. Tubuhnya terbujur di tempat tidur. Namun, rengginang membantu semangat dia untuk bangkit dari kerapuhan fisiknya.

Saturday, May 18, 2019

Tejo Pramono dan Uji Sapitu, Sekolah Kopi untuk Keluarga Petani

KOMPAS/ELSA EMIRIA LEBA---Pendiri Rumah Kopi Ranin, Uji Sapitu (kiri) dan Tejo Pramono (kanan), berpose di depan Rumah Kopi Ranin di Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). Selain menjual kopi dari petani kecil, Rumah Kopi Ranin berkembang menjadi sekolah kopi nonformal bagi keluarga petani, pelanggan, dan mahasiswa. Rumah Kopi Ranin, kependekan dari Rakyat Tani Indonesia, berdiri sejak tahun 2012

Dari kedai kopi sederhana di Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat, Tejo Pramono (48) dan Uji Sapitu (49) membuat sekolah kopi nonformal guna membuka cakrawala keluarga petani di seluruh Nusantara.

Puput Setyoko, Ikhtiar Subur Jamur Borobudur

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO----Puput Setyoko pendiri tempat usaha Jamur Borobudur di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (6/5/2021).

Jamur tak hanya mengubah hidup Puput Setyoko (29),. Jamur juga membuka harapan bagi banyak orang untuk hidup lebih sejahtera.

Bagi Puput Setyoko (29), jamur tak hanya mengubah hidupnya, tapi juga memberi jalan kesuburan bagi banyak warga. Jamur menjadi simbol harapan baru bagi masa depannya yang semula terasa kabur, akibat cacat bawaan buta warna. Melalui Jamur Borobudur, dia panggungkan jamur sebagai salah satu magnet wisata.

“Saya ingin Jamur Borobudur jadi salah satu ikon oleh-oleh dari kawasan Candi Borobudur,” ucapnya membuka percakapan, Kamis (6/5/2021). Sebagai putra daerah, Puput terdorong mengembangkan pariwisata Borobudur.