Senin, 16 Desember 2019

Nurman Farieka, Pemuda Bandung yang “Menyulap” Ceker Ayam Jadi Sepatu

KOMPAS/CORNELIUS HELMY HERLAMBANG--Nurman Farieka Ramdhany

Biasanya sepatu dibuat dari kulit sapi, tapi Nurman Farieka Ramdhany (34) membuat sepatu dari kulit ceker ayam. Bayangkan, berapa ceker ayam yang dipakai untuk sepasang sepatu.

Nurman “menyulap” kulit ceker ayam yang awalnya hanya limbah, jadi sepatu berharga hingga jutaan rupiah. Berkat usahanya, pedagang ceker ayam dan para pengrajin sepatu ikut mendapat rezekinya.

“Sayur … Sayur … Sayur ….” Dari kejauhan, teriakan suara Asep Solehudin (35) terdengar di Gang Subur, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019). Suaranya memanggil pelanggan beradu keras dengan bunyi mesin sepeda motor yang dimodifikasi jadi gerobak sayur. Setelah melayani beberapa ibu rumah tangga, dia bergegas menuju rumah Nurman di gang sempit yang sama.


Jumat, 15 November 2019

Rajungan Wujudkan Mimpi

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN--Raehani (50), pemilik usaha Baehaki Putra, di Puyahan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memperlihatkan rajungan yang belum diolah, Kamis (7/11/2019).

Dengan bendera "Baehaki Putra", Raehani (50) dan para nelayan di Puyahan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, membawa rajungan ke mancanegara.

Kepiting dan rajungan merupakan sebagian komoditas utama ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia. Tahun lalu, Indonesia mengekspor 27.791 ton rajungan dan kepiting senilai 472,9 juta dollar AS. Angka itu sekitar 2,47 persen dari total 1,12 juta ton ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia tahun 2018.


Rabu, 06 November 2019

Ade dan Lia, Si Kembar yang Mempopulerkan Batik Bekasi

KOMPAS/ESTER LINCE NAPITUPULU--Auliya Ristya Purnama (Lia) dan Aulia Ristya Purnami (Ade)

Saudara kembar Aulia Ristya Purnama dan Aulia Ristya Purnami (30) punya “dendam” yang kemudian jadi janji untuk berbagi ke pelosok negeri. Kakak-beradik yang belajar membatik secara otodidak sejak 2011 itu  mengembangkan workshop dan produksi batik tulis yang diberi nama Adelia Batik di Kota Bekasi, Jawa Barat. Mereka memberdayakan masyarakat sekitar dan berbagi ilmu pembuatan batik. Keduanya kemudian dikenal sebagai pelopor munculnya batik di Kota Bekasi.


Sabtu, 19 Oktober 2019

Menambah Nilai Singkong

KOMPAS/DEFRI WERDIONO-Yosea Suryo Widodo menunjukkan tiwul dan gatot instan produksinya.

Lebih dari 20 tahun Yosea Suryo Widodo (40) mengangkat singkong, yang saat itu dipandang sebelah mata, jadi bernilai tambah. Romantisisme makanan tradisional berpadu dengan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Romantisisme makanan tradisional hasil olahan singkong itu menyeruak, misalnya dalam sebuah pameran di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Stan Yosea diserbu undangan. Setelah Yosea menjelaskan cara mengolah makanan tradisional dari bahan baku singkong, gatot dan tiwul instan langsung ludes diborong.


Selasa, 08 Oktober 2019

Bukalapak Kembangkan Potensi Warung

KOMPAS/KELVIN HIANUSA--Bukalapak menjalin kerja sama dengan Google Bisnisku dalam mengembangkan pelaku UMKM luring yang tergabung dalam Mitra Bukalapak pada Selasa (8/10/2019) di Jakarta. Dengan kerja sama itu, warung Mitra Bukalapak bisa muncul di pencarian Google, seperti akses lokasi, foto, dan penilaian konsumen.

Bukalapak fokus mengembangkan warung atau ritel luar jaringan yang tergabung dalam Mitra Bukalapak. Potensi warung dinilai masih sangat besar karena mayoritas transaksi belum melalui digital. Potensi itu akan semakin besar dengan pemberian akses digital terhadap warung.


Kamis, 03 Oktober 2019

Imas Mintarsih Memutus Kemiskinan Lewat Bisnis Kerupuk Jengkol

KOMPAS/ANDREAS MARYOTO--Imas Mintarsih, pendiri usaha Oyoh De Kerupuk Jengkol. Berkat internet, Imas bisa menjual kerupuk jengkol hingga ke beberapa daerah.

Imas Mintarsih gadis, anak dari seorang petani. Tahun 2017, ia nekat seorang diri ke luar desa, yang terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menuju Jakarta. Berbekal kerupuk jengkol, ia mengikuti kompetisi wirausaha nasional.

Awalnya, Imas hanya membantu usaha orangtuanya menitipkan kerupuk jengkol di kantin sekolah. Setelah lulus sekolah, ia juga menitipkan kerupuk yang sama ke warung-warung.


Selasa, 02 April 2019

Rosie Pakpahan Jatuh Bangun Merintis Usaha Tahu Jeletot

KOMPAS/ANDREAS MARYOTO--Rosie Pakpahan jatuh bangun merintis usaha, hingga akhirnya berkibar lewat Tahu Jeletot Taisi.

Sudah enam usaha dijalaninya. Sebanyak itu pula, Rosie Pakpahan (41) jatuh-bangun bersama sejumlah karyawannya yang kebanyakan ibu rumah tangga. Ia tak putus asa. Ia terus mencoba usaha baru dan akhirnya berlabuh pada bisnis tahu. Tahulah yang membawa usaha Rosie berkibar. Ia bersyukur dengan cara membagi pengalamannya pada orang lain.

Rosie memulai usaha dengan membuat kamus bahasa Indonesia-Jepang awal tahun 2000-an, tak lama setelah ia lulus dari pendidikan sarjana sastra Jepang di Universita Darma Persada, Jakarta. Usahanya hanya jalan sekitar setahun. Ia kemudian berbisnis lagi mulai dari fotokopi, berdagang sepatu, alat tulis kantor, voucher telepon seluler, hingga mengambil waralaba jamur kriuk.

“Semuanya berjalan hampir sekitar satu tahun. Semuanya terhenti. Usaha yang terakhir saya yaitu jamur kriuk sempat memiliki lima gerobak namun satu per satu saya berhentikan karena saya merasa usaha itu tidak bisa untuk hidup,” cerita Rosie beberapa waktu lalu.


Kamis, 28 Maret 2019

Kuncinya, Setia pada Rasa

SEKAR GANDHAWANGI UNTUK KOMPAS--Puluhan sate sedang dibakar sebelum disajikan kepada para pembeli di Rumah Makan Sate Maranggi Hj Yetty, Rabu (26/12/2018). Rumah makan yang didirikan selama lebih dari 50 tahun itu berada di Jalan Raya Cibungur-Purwakarta, Cibungur, Purwakarta, Jawa Barat.

Diantara naungan pohon jati, Sate Maranggi Haji Yetty di Cibungur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi saksi perjalanan keras hati manusia yang tak mudah menyerah. Tidak sekadar nikmat disantap, setiap tusuk sate itu bagai inspirasi.

Suatu siang, rumah makan Sate Maranggi Haji Yetty yang berdaya tampung 1.200 orang, penuh. Namun, 300 karyawan siap melayani, sehingga pembeli tak akan dibiarkan menunggu lama. Tak sampai 15 menit, sate sudah terhidang di meja.


Senin, 11 Februari 2019

Mudah Sewa Properti lewat Aplikasi Cicilsewa

CICILSEWA--CEO Cicilsewa Hendry Oktavianus (kanan) bersama Direktur Keuangan Andrew Buntoro (tengah) dan komisaris Cicilsewa, Ridchi.

Industri penyewaan properti di Indonesia saat ini belum bisa mengakomodasi kebutuhan pasangan muda, pemilik usaha kecil, ekspatriat, pekerja pemula, dan mahasiswa. Ini karena pembayaran sewa harus dilakukan satu tahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun di muka, itu pun di luar deposit.

Sebuah aplikasi mencoba menawarkan solusi untuk mengatasi masalah pembayaran sewa properti tersebut sehingga menjadi lebih mudah. Aplikasi bernama Cicilsewa itu akan membantu masyarakat untuk menyewa properti dengan pembayaran bulanan, seperti halnya di sistem penyewaan di luar negeri. Dengan sistem ini, kebutuhan penyewa untuk memiliki hunian yang layak akan lebih ringan tanpa harus membayar sewa yang besar di awal.


”Sneakers”, Investasi Kekinian Generasi Milenial

SEKAR GANDHAWANGI UNTUK KOMPAS--Jakarta Sneakers Day 2019 digelar di Atrium Hall Senayan City, Jakarta Pusat pada 7-9 Februari 2019. Acara ini menjadi ajang jual-beli sepatu bagi para pecinta “sneakers” di Jakarta dan sekitarnya.

Sepatu berdesain unik, dan model terbatas, tak hanya menjadi alat untuk membentuk identitas diri. Bagi para pecintanya, sepatu tersebut juga menjadi barang investasi yang menjanjikan keuntungan yang lumayan.

Senyum kepuasan terpatri jelas di wajah sejumlah pengunjung Jakarta Sneakers Day (JSD) 2019. Harga jutaan rupiah dinilai sebanding dengan kecintaan mereka pada sepatu. Kantong belanjaan jadi hasil “perburuan” sepatu hari ini.


Melirik yang Bekas di Laman Daring

KOMPAS/RADITYA HELABUMI--Beragam barang mode bermerek yang pernah dipakai (preloved) ditawarkan dalam bazar di Gandaria City, Jakarta, Kamis (30/8/2018). Jual beli barang bermerek yang pernah dipakai merupakan alternatif yang berkembang melalui penjualan dalam jaringan dan luar jaringan.

Pertemuan penjual dan pembeli tak hanya terjadi di dunia nyata, namun juga di dunia maya. Berminat membeli barang bekas tak perlu gengsi karena bisa mengintip iklan di laman dalam jaringan. Sentuhan antarpribadi tetap ada pada bagian tawar-menawar. Jika sepakat, laku!

Suatu siang, mobil bak terbuka berhenti di depan rumah Lina di kawasan Tangerang Selatan, Banten. Tak lama, sofa merah hati dari rumah Lina diangkut ke mobil itu. ”Saya tawarin lewat laman dalam jaringan. Eh, cepet banget dapat respons. Dia lihat fotonya, tawar sedikit, lalu sepakat. Diangkut sekalian sama dia,” kata Lina sambil menunjuk Koko, pembeli sofanya.

Lina yang akan pindah rumah ke kawasan lain sengaja menjual barang-barangnya lewat laman daring. Ia beralasan, menjual lewat laman daring lebih praktis.