Sunday, November 12, 2017

Mencari Tambahan di Era Digital

Anak muda yang saat ini baru memasuki dunia kerja merasakan banyak perbedaan dengan ketika masih bersekolah. Mereka mulai menerima gaji, mengatur, dan menikmati uang sendiri.

Dalam beberapa tahun, ada keinginan untuk menambah gaji atau penghasilan. Salah satu cara untuk menambah gaji adalah meningkatkan kinerja yang sudah dilakukan. Cara lain adalah meningkatkan kapasitas sehingga dapat melakukan lebih banyak hal. Pada era ekonomi digital seperti sekarang ini, sebenarnya banyak hal dapat dilakukan untuk menambah penghasilan.


Pecel Semanggi Instan

KOMPAS/IQBAL BASYARI--Aminah

Dulu, pecel semanggi hanya bisa dibeli dari para penjual yang berkeliling di perkampungan di Kota Surabaya, Jawa Timur. Kini, untuk menikmatinya, Anda tak harus

jauh-jauh datang ke “Kota Pahlawan”. Aminah (39) menciptakan pecel semanggi instan yang tampil modern dengan cita rasa otentik.

Pecel semanggi instan milik Aminah dengan merek Selendang Semanggi dijual sejak 2011. Dia meneruskan usaha keluarga berjualan pecel semanggi yang dirintis neneknya, Sampi dan Supifah sejak 1970. Usaha itu lalu diteruskan ibunya, Anteng, dan akhirnya berlanjut ke generasi ketiga yang dipegang Aminah. Di era serba instan, ibu dua anak ini mencoba mengembangkan makanan khas Surabaya yang mulai langka ini agar tidak lenyap tergerus zaman.


Kisah Anak-anak Petani Pacitan yang Kembangkan Agrobisnis


Rabu (8/11) pukul 07.35 secerah wajah siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Donorojo di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Di salah satu ruangan, murid Program Studi Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian atau APHP telah selesai menata meja-meja. Mereka hampir siap memamerkan produk karya untuk peresmian pembangunan gedung baru bantuan Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim atau YPA-MDR.


Sunday, October 22, 2017

Indomie, Kisah 45 Tahun Memahami Cita Rasa Makanan Indonesia

Tahun ini Indomie, mi instan yang menjadi salah satu produk dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk, berusia 45 tahun. Indomie telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai Indomie, Kompas mewawancarai Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Taufik Wiraatmadja, pekan lalu.

Bagaimana cerita atau kisah Indomie sejak berdiri?

Mi instan pertama adalah Supermi. Pabriknya berada di Cijantung, Jakarta, baru kemudian Indomie lahir pada tahun 1972 di Ancol. Pada waktu itu keluar dengan rasa kaldu ayam.

Pada tahun 1982, mereka mengeluarkan produk dengan rasa kari. Ini khas Indonesia. Kemudian pada tahun 1983 keluar mi goreng. Saat rasa kari keluar, rasa ini ternyata cocok dengan rasa yang disukai orang Indonesia. Konsumen mendapatkan makanan yang rasanya cocok dengan rasa orang Indonesia kemudian digabungkan dengan mi instan.


Tuesday, October 17, 2017

Rosi Oktania, Ragam Rasa Lauk Instan


Bisnis makanan sedang booming. Potensinya besar karena mayoritas masyarakat kelas menengah di perkotaan khususnya, memilih gaya hidup praktis tanpa mau direpotkan dengan memasak. Peluang itulah yang ditangkap Rosi Oktania yang membuka bisnisnya di bidang makanan siap saji.

Rosi ingin memberikan kemudahan bagi setiap orang yang ingin menikmati makan enak tanpa harus capek-capek memasak. Baginya, memasak merupakan bagian dari hobi sambil mengisi waktu luang untuk berkreasi dengan berbagai sajian.

Ibu rumah tangga ini memulai usaha pada 2010 bersama dua sahabatnya menciptakan sebuah merek dagang Cowet Bunda. Berbagai sajian ditawarkan seperti tutug ikan peda, tutug ikan tongkol, rendang daging suwir, rendang ayam, rendang paru, rendang telur, kering kentang, balado kacang dan balado daging.

Menjadi Pengusaha Tahan Banting

Kita sering kali kagum melihat orang yang sukses memimpin sebuah perusahaan. Apalagi, jika orang tersebut merupakan generasi pertama yang merintis usaha mulai dari nol hingga menjadi besar dan sukses.

Kesuksesan yang digenggam tentu bukanlah hadiah yang jatuh dari langit melainkan kegigihan, strategi, taktik, dan perjuangan hidup meraih impian yang tak pernah selesai. Para pengusaha yang telah sukses pasti telah melewati 1.001 rintangan, merasakan asam garam dan pahit getirnya dunia bisnis.

Mereka tentu saja bukan orang-orang yang gampang menyerah dengan keadaan. Sebut saja pengusaha senior sekelas Bob Sadino, yang memiliki jaringan usaha Kem Chick dan Kemfood, pengusaha kosmetik Martha Tilaar, pengusaha properti Ciputra, pengusaha industri hasil tembakau Budi Hartono hingga motivator bisnis Andre Wongso.

Mereka adalah orang-orang khusus yang seolah-olah dianugerahi semangat menyala-nyala dan mental sekeras baja untuk meraih kemakmuran hidup dalam waktu yang sangat panjang.


Sunday, October 8, 2017

Stefanus Arie, Sukses Bersama Kopi Celup Keberuntungan

Kopi, bagi sebagian orang merupakan doping alami, semacam mood booster –pendorong suasan hati—terutama untuk orang yang super sibuk dengan setumpuk aktivitas maupun pekerjaan.

Bahkan, bagi beberapa orang pecinta atau pecandu kopi, apabila dalam satu hari saja tidak minum kopi, serasa ada yang kurang dari dirinya, dan dampaknya biasanya tidak akan maksimal dalam mengaktualisasikan kemampuan dirinya.

Berawal dari kebiasaan pekerja yang mencintai kopi mendorong Stefanus Arie untuk menyediakan kopi sendiri dalam kemasan yang praktis dan enak guna menemaninya bekerja. Dan, pada akhirnya terciptalah bisnisnya saat ini yaitu kopi celup.

“Brand saya Kopi Celup Fortuna. Inspirasi awalnya dari kopi tarik Sumatra dan teh celup. Saya iseng-iseng mengganti isi teh dalam kemasan celup tadi dengan kopi saya sendiri. Dan enak juga ternyata,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Dan, dari situlah dirinya terus berinovasi dengan kopi-kopi Indonesia dari berbagai penjuru nusantara, seiring kegemarannya berpetualang untuk menikmati kopi Indonesia, dari Sumatra hingga Papua.

Thursday, September 21, 2017

Daniel Mananta sebar nasionalisme lewat kaos

Biasanya artis menyiapkan bisnis sampingan untuk kehidupan mereka setelah aktivitasnya di bidang Went berkurang, tetapi hal itu tidak berlaku bagi presenter Indonesia Idol Daniel Manama.

Pria kelahiran Jakarta pada 14 Agustus 1981 justru menjalankan kedua profesi itu secara bersamaan antara bidang entertainment dan bisnis. Anak sulung dari dua bersaudara itu tertarik di bidang pakaian kasual untuk pria dan perempuan remaja yang dilengkapi dengan pengenalan budaya Indonesia sejak 2008.

Meski ada tawaran untuk terjun di bidang kuliner, Daniel tidak mau menggeluti bisnis tersebut karena merasa tidak mempunyai latar belakang di bidang kuliner dan risiko pada bisnis tersebut sangat besar.

Menggali rupiah dari penggila bola


Olahraga sepak bola tidak ada matinya. Kecintaan para penggila bola tidak hanya kepada tim lokal atau tim nasional. Klub yang bermain di Liga Inggris Manchester United memiliki fans club yang cukup besar di sini, begitu juga AC Milan dari Liga Italia.

Ketika musim pertandingan internasional antar negara dimulai, seperti Euro dan World Cup dimulai per 4 tahun sekali, pencinta bola pun ramai-ramai berburu jersey (seragam/kostum pemain) dari negara jagoan mereka, paling dekat, demam Euro 2012 mulai Juni mendatang.

Jual beli jersey bola menjadi bisnis yang cukup banyak dilirik, mulai dari edisi koleksi dengan kolektor, hingga jersey replika, alias abal-abal mulai dari kualitas paling mirip yang sering diklaim kw Thailand, hingga kualitas bajakan seadanya.

Bagi Achmad Rouzni Noor ll atau yang lebih dikenal sebagai Roury jersey replika bagi para pencinta fanatik hukumnya haram. Baju bola collectable items tidak bisa diukur dengan uang, harga jualnya di atas Rp 10 juta per kaus, ada juga yang mencapai kisaran Rp30 juta-Rp 50 juta.


Tuesday, September 12, 2017

Mengamati Data Kecil

HANDINING

Data raksasa (big data) tengah memukau dunia. Kini pemerintah, korporasi, hingga pribadi berusaha memanfaatkan data raksasa untuk mengambil sebuah keputusan. Meski demikian, kini muncul antitesanya, keputusan bisa juga berdasar data kecil (small data). Bagaimana korporasi bisa memanfaatkan keduanya?

Ketika memesan kamar di sebuah laman pemesanan hotel, kita akan mendapatkan peringkat hotel itu berdasarkan penilaian konsumen, skalanya 1-10. Kita juga bisa mengetahui ulasan para konsumen yang jumlahnya melimpah. Secara umum kita akan mengambil hotel yang peringkatnya tinggi. Setidaknya menjamin kita bahwa hotel ini layak huni.


Imam Bahri, Melenggang Hingga Negeri Jiran Bersama Rebana

Keberadaan grup-grup musik lslami seperti kasidah, hadrah, al banjari, memberikan peluang bisnis di bidang produksi alat rebana. Bahkan peluangnya cenderung membesar, karena grup yang mendendangkan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW serta doa-doa berupa salawat maupun marhaban terus bermunculan.

Penyelenggaraan lomba hadrah pun kian meluas dan seni rebana banyak ditampilkan sebagai pengiring pengantin serta hajatan keluarga seperti khitanan serta pengajian umum.

Tak pelak, perkembangan tersebut menjadi berkah bagi Imam Bahri, 39 tahun, produsen alat rebana asal Dusun Nongkokerep, Kec. Bungah, Kab. Gresik, Jawa Timur. “Saya menangani kegiatan produksi alat musik rebana sejak 1998, sesudah menempuh pendidikan di pondok pesantren, demi meneruskan usaha almarhum ayah saya,” ujar ayah dari dua putra itu.


Monday, September 4, 2017

Panduan berbisnis Daring

Bisnis daring atau bisnis online saat ini adalah model paling populer. Tuntutan zaman mengharuskan perdangangan atau bisnis model konvensional mulai ditinggalkan. Bagaimana kita harus terjun ke bisnis daring? Barangkali bagi pemula ini pekerjaan yang amat sulit. Oleh karena itu di sini disajikan cara-cara melakukan bisnis daring yang pernah diterbitkan oleh tabloid ekonomi Kontan. Berikut adalah panduan berbisnis online yang pernah diulas oleh Tabloid mingguan Kontan edisi khusus.